TRAINING MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

TRAINING MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi kendala besar saat harus mengintegrasikan aliran data antarunit dan selain itu mereka kerap mengalami kegagalan komunikasi yang berujung pada kesalahan medis. Hal ini terjadi sebab sistem manajemen informasi terkadang masih berjalan secara parsial serta kurangnya standarisasi dalam penyampaian pesan antarprofesi. Sebagai akibatnya, kemudian, koordinasi asuhan pasien menjadi tidak efektif dan, oleh karena itu, risiko keselamatan pasien meningkat secara signifikan. Juga, kerumitan dalam mengelola dokumen rekam medis pun sering kali menjadi penghambat utama saat rumah sakit menghadapi proses audit akreditasi. Melalui training ini, peserta mempelajari cara membangun ekosistem informasi yang transparan serta aman bagi seluruh pengguna. Pertama-tama, mereka mendalami teknik pengelolaan data rekam medis secara digital dan kemudian merancang protokol komunikasi terapeutik yang ramah pasien. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik serah terima pasien (handover) yang aman serta cara penyebaran informasi edukasi kesehatan secara luas.

Pelatihan ini membahas mengenai implementasi manajemen komunikasi dan informasi rumah sakit dan tidak tuntas jika dipelajari dalam hitungan jam. Diperlukan waktu tersendiri dan bimbingan oleh profesional.

MATERI

  1. Mendalami filosofi dasar Manajemen Komunikasi dan Informasi serta memahami peran vitalnya dalam memenuhi elemen penilaian standar akreditasi rumah sakit terbaru.
  2. Mempraktikkan teknik komunikasi efektif antarprofesi pemberi asuhan dan kemudian menggunakan metode SBAR guna memastikan pesan tersampaikan secara akurat.
  3. Mengelola informasi dengan masyarakat serta pasien secara persuasif dan selanjutnya menyediakan sarana komunikasi yang mudah diakses oleh seluruh kelompok umur.
  4. Menyusun strategi edukasi pasien dan keluarga secara terintegrasi guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap rencana asuhan yang rumah sakit berikan.
  5. Membangun struktur manajemen informasi yang kokoh dan kemudian menjamin keamanan serta kerahasiaan data pasien sesuai regulasi perlindungan data pribadi.
  6. Mengelola proses dokumentasi rekam medis secara sistematis serta selanjutnya memastikan setiap entri data memiliki tingkat keterbacaan dan keakuratan yang tinggi.
  7. Menerapkan standar terminologi dan singkatan medis yang baku di seluruh unit guna menghindari ambiguitas dalam proses interpretasi rencana medis.
  8. Mempelajari tata cara penyimpanan dan pemusnahan berkas rekam medis secara aman dan selanjutnya menjaga kesinambungan data informasi kesehatan setiap pasien.
  9. Mengembangkan sistem pelaporan internal yang cepat serta handal dan kemudian memanfaatkan data tersebut sebagai landasan pengambilan keputusan bagi jajaran direksi.
  10. Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas sistem informasi dan akhirnya menjamin kesiapan bukti telusur dokumen Manajemen Komunikasi dan Informasi bagi surveyor.

TRAINING MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

SIAPA YANG DAPAT MENGIKUTI TRAINING INI?

  • Direktur Operasional dan Manajer Sistem Informasi yang memegang tanggung jawab atas seluruh infrastruktur data serta kelancaran aliran informasi di organisasi.
  • Kepala Unit Rekam Medis dan Staf Koding yang bertugas mengelola dokumentasi kesehatan serta menjamin keamanan arsip informasi pasien secara harian.
  • Dokter dan Perawat serta Profesional Pemberi Asuhan lainnya yang memerlukan keterampilan komunikasi klinis guna meningkatkan keselamatan pelayanan pasien.
  • Tim Humas dan Marketing serta Customer Service yang memiliki peran sentral dalam mengelola komunikasi eksternal serta informasi publik rumah sakit.
  • Manajer Pelayanan Medik dan Manajer Keperawatan yang bertugas menyelaraskan standar komunikasi antarunit di lingkungan perawatan rawat inap maupun jalan.
  • Tim Akreditasi Rumah Sakit yang fokus pada pemenuhan standar Manajemen Komunikasi dan Informasi guna meraih kelulusan penilaian mutu dengan hasil memuaskan.

TRAINER PADA TRAINING INI

Instruktur yang berpengalaman dalam bidang  kehumasan akan mengisi training manajemen komunikasi dan informasi sesuai standarakreditasi rumah sakit.

JADWAL PELATIHAN 2026

  • BATCH 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026
  • BATCH 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
  • BATCH 3 : 09-10 Maret 2026 | 25-26 Maret 2026
  • BATCH 4 : 06-07 April 2026 | 27-28 April 2026
  • BATCH 5 : 04-05 Mei 2026 | 18-19 Mei 2026
  • BATCH 6 : 08-09 Juni 2026 | 22-23 Juni 2026
  • BATCH 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026
  • BATCH 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
  • BATCH 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026
  • BATCH 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
  • BATCH 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026
  • BATCH 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026

Calon peserta dapat menyesuaikan jadwal tersebut sesuai dengan kebutuhan

Upgrade diri Anda dengan mengikuti pelatihan bersama kami, berkembang bersama NISBI Indonesia!

BENEFIT

  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch
  • FREE Souvenir Exclusive

INVESTASI DAN LOKASI TRAINING

  • Jakarta ( 6.500.000 IDR / participant)
  • Bandung ( 6.000.000 IDR / participant)
  • Surabaya ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Makassar ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Yogyakarta (6.000.000 IDR / participant)
  • Bali ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Lombok ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Batam ( 7.500.000 IDR / participant)

Catatan : 

*Syarat dan Ketentuan Berlaku
*Harga tersebut berlaku untuk minimal DUA participant
*Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

FAQ PELATIHAN NISBI INDONESIA

Q1: Berapa jumlah minimal dan maksimal peserta untuk setiap sesi pelatihan?
A1: Untuk pelatihan, jumlah minimal peserta adalah 1 orang. Sementara itu, kami merekomendasikan maksimal 15-20 orang per sesi untuk memastikan interaksi yang optimal dan perhatian yang memadai dari instruktur.

Q2: Di mana lokasi penyelenggaraan pelatihan?
A2: Pelatihan dapat terselenggarakan di Jakarta, Yogyakarta atau kota-kota lainnya. Informasi detail mengenai lokasi akan disampaikan bersamaan dengan jadwal pelatihan.

Q3: Apakah pelatihan ini dapat terselenggarakan secara In-House Training (IHT) di lokasi perusahaan peserta?
A3: Ya, tentu saja! Kami sangat merekomendasikan opsi In-House Training (IHT) karena dapat disesuaikan sepenuhnya dengan kebutuhan spesifik dan jadwal tim Anda. Pelatihan dapat diadakan di kantor Anda atau di tempat lain.

Q4: Apakah ada persyaratan jumlah peserta untuk In-House Training (IHT)?
A4: Untuk In-House Training, kami terbuka untuk melakukan diskusi sesuai dengan skala dan kebutuhan perusahaan Anda.

Q5: Bagaimana cara mengajukan permintaan In-House Training?
A5: Anda dapat menghubungi tim kami melalui email marketing@nisbiindonesia.com dan Nomor Telepon  di 0274- 2874647. Kami akan dengan senang hati berdiskusi untuk memahami kebutuhan Anda.


*Artikel ini ditulis oleh Muhammad Hanif Al Hazmi, seorang SEO Content Writer dan Copywriter di Nisbi Indonesia sejak 2025, dalam menyusun artikel ini. Saya berfokus merancang artikel pelatihan yang menarik dan informatif dengan komitmen tinggi pada kualitas. Dalam setiap karya tulis, saya mengoptimasi tulisan untuk mesin pencari sekaligus menyajikannya secara relevan agar pembaca mudah memahaminya. Melalui pendekatan ini, saya memberikan gambaran program training yang tepat bagi Anda. Jika memerlukan informasi tambahan, silakan hubungi kontak yang tersedia.