TRAINING AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK) RUMAH SAKIT

TRAINING AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK) RUMAH SAKIT

TRAINING AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK) RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi keluhan pasien akibat alur pendaftaran yang rumit serta proses rujukan yang juga tidak terkoordinasi dengan baik. Kondisi ini muncul sebab kriteria penerimaan pasien terkadang belum jelas dan selain itu sistem komunikasi antarunit saat pemindahan pasien masih sering mengalami hambatan. Juga, ketiadaan dokumentasi rujukan yang lengkap pun sering kali memicu risiko keselamatan pasien selama proses transportasi berlangsung. Melalui training ini, peserta mempelajari cara menyelaraskan kebutuhan medis pasien dengan sumber daya pelayanan yang tersedia di rumah sakit. Pertama-tama, mereka mendalami teknik skrining awal untuk menentukan prioritas kebutuhan pasien dan kemudian merancang protokol pemberian informasi yang transparan mengenai ketersediaan tempat tidur. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik serah terima pasien (handover) yang aman untuk menjamin asuhan tetap berkesinambungan hingga pasien pulang.
TRAINING KLASIFIKASI DAN KODEFIKASI PENYAKIT (ICD-10 DAN ICD-9-CM) TERKAIT JKN & SKP

TRAINING KLASIFIKASI DAN KODEFIKASI PENYAKIT (ICD-10 DAN ICD-9-CM) TERKAIT JKN & SKP

TRAINING KLASIFIKASI DAN KODEFIKASI PENYAKIT (ICD-10 DAN ICD-9-CM) TERKAIT JKN & SKP

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi masalah serius saat klaim asuransi mereka mengalami penolakan akibat ketidakteraturan koding diagnosis dan juga tindakan medis. Kondisi ini muncul sebab petugas koder terkadang kurang mendalami kaidah koding internasional secara mendalam dan selain itu sinergi antara dokter dengan petugas rekam medis masih sering mengalami hambatan komunikasi. Sebagai akibatnya, kemudian, arus kas rumah sakit terhambat secara signifikan dan, oleh karena itu, risiko kerugian finansial organisasi menjadi sulit terhindarkan di tengah sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Juga, ketidakakuratan data koding pun sering kali memicu kesalahan dalam pelaporan indikator Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) yang menjadi syarat mutlak akreditasi. Melalui training ini, peserta mempelajari cara mengubah catatan medis menjadi kode yang valid dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi rumah sakit. Pertama-tama, mereka mendalami aturan dasar dalam buku ICD-10 dan ICD-9-CM dan kemudian mempraktikkan teknik pemilihan diagnosis utama sesuai kaidah koding yang berlaku di era JKN.
TRAINING STATISTIK DAN SISTEM PELAPORAN INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS REKAM MEDIK

TRAINING STATISTIK DAN SISTEM PELAPORAN INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS REKAM MEDIK

TRAINING STATISTIK DAN SISTEM PELAPORAN INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS REKAM MEDIK

Terkadang jajaran eksekutif rumah sakit menemui jalan buntu saat mereka harus menentukan arah kebijakan organisasi akibat data operasional yang berantakan dan juga tidak terbaca. Kondisi ini muncul sebab proses pengolahan berkas medis sering kali hanya berhenti pada tahap pengarsipan tanpa sentuhan analisis statistik yang mendalam. Sebagai akibatnya, kemudian, laporan performa bulanan kehilangan maknanya dan, oleh karena itu, pihak manajemen gagal mendeteksi inefisiensi layanan yang terjadi di berbagai unit. Juga, ketiadaan visualisasi data yang akurat pun sering kali menjebak rumah sakit dalam perencanaan anggaran yang spekulatif serta berisiko tinggi. Melalui training ini, peserta belajar meramu data rekam medis menjadi kompas penggerak kemajuan institusi. Pertama-tama, mereka mendalami teknik penghitungan indikator efisiensi hunian seperti BOR, LOS, serta TOI dan kemudian mempraktikkan prosedur pelaporan elektronik SIRS sesuai regulasi terbaru. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan desain dasbor informasi digital untuk menyajikan tren kesehatan pasien secara dinamis dan mudah jajaran direksi pahami.
TRAINING MANAJEMEN DASAR REKAM MEDIK RUMAH SAKIT

TRAINING MANAJEMEN DASAR REKAM MEDIK RUMAH SAKIT

TRAINING MANAJEMEN DASAR REKAM MEDIK RUMAH SAKIT

Mengelola ribuan dokumen kesehatan setiap hari sering kali menjadi beban berat bagi staf administrasi jika institusi tidak memiliki sistem pengorganisasian yang mumpuni. Fenomena ini terjadi sebab prosedur pengelolaan data sering kali masih berjalan secara konvensional serta kurang sistematis dan selain itu pemahaman mengenai aspek legalitas dokumen masih sangat terbatas. Sebagai akibatnya, kemudian, proses pencarian berkas menjadi lamban dan, oleh karena itu, pelayanan kepada pasien sering mengalami penundaan yang tidak perlu. Juga, ketidakakuratan penginputan data pun berisiko memicu penolakan klaim asuransi yang merugikan keuangan rumah sakit secara signifikan. Melalui training ini, peserta mempelajari cara mentransformasi unit rekam medis menjadi pusat informasi kesehatan yang andal dan juga cepat. Pertama-tama, mereka mendalami alur pendaftaran pasien hingga tahap penyimpanan berkas dan kemudian menguasai prosedur perlindungan kerahasiaan data sesuai regulasi terbaru. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik digitalisasi dokumen untuk mempercepat akses informasi bagi tenaga medis di ruang perawatan.
TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM RUMAH SAKIT

TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM RUMAH SAKIT

TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi tantangan besar saat mereka harus menjamin keakuratan hasil uji klinis di tengah tingginya beban sampel harian. Hal ini terjadi sebab protokol kendali mutu internal terkadang belum berjalan secara konsisten dan selain itu sistem integrasi data antara laboratorium dengan unit perawatan sering kali mengalami hambatan teknis. Sebagai akibatnya, kemudian, risiko kesalahan diagnosis meningkat secara signifikan dan, oleh karena itu, keselamatan pasien serta efektivitas pengobatan medis dapat terancam secara serius. Juga, ketiadaan manajemen stok reagen yang efisien pun sering kali memicu pemborosan biaya operasional yang merugikan institusi. Melalui training ini, peserta mempelajari cara mengubah laboratorium menjadi unit layanan yang sangat presisi dan akuntabel. Pertama-tama, mereka mendalami teknik penjaminan mutu eksternal dan internal dan kemudian merancang alur kerja pranalitik hingga pascaanalitik yang antieror. Dengan demikian, rumah sakit mampu menjamin keandalan hasil pemeriksaan medis.

Read More

TRAINING MANAJEMEN LAKTASI

TRAINING MANAJEMEN LAKTASI RUMAH SAKIT

TRAINING MANAJEMEN LAKTASI RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi tantangan besar saat tingkat keberhasilan pemberian ASI eksklusif di unit persalinan masih sangat rendah. Hal ini terjadi sebab tenaga kesehatan terkadang belum menguasai teknik pendampingan menyusui yang tepat dan selain itu kurangnya dukungan edukasi yang sistematis bagi ibu pasca-melahirkan sering terjadi. Sebagai akibatnya, kemudian, angka penggunaan susu formula tanpa indikasi medis meningkat dan, oleh karena itu, institusi dapat kehilangan poin penting dalam penilaian akreditasi Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi. Juga, ketidakpuasan pasien terhadap layanan laktasi pun sering kali merusak citra rumah sakit di mata masyarakat. Melalui training ini, peserta mempelajari cara membangun unit layanan laktasi yang unggul dan kemudian sangat suportif. Pertama-tama, mereka mendalami teknik posisi serta perlekatan menyusui yang benar dan kemudian mempraktikkan cara penanganan masalah laktasi secara taktis. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik komunikasi edukasi guna membangun kepercayaan diri ibu dalam menyusui bayinya secara mandiri.

Read More

TRAINING KLAIM MEDIS DAN VERIFIKASI JAMKESMAS RUMAH SAKIT

TRAINING KLAIM MEDIS DAN VERIFIKASI JAMKESMAS RUMAH SAKIT

TRAINING KLAIM MEDIS DAN VERIFIKASI JAMKESMAS RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi hambatan besar saat mereka harus mengelola arus kas akibat banyaknya penolakan klaim dari pihak penjamin kesehatan. Hal ini terjadi sebab proses pendokumentasian medis terkadang tidak memenuhi standar koding yang akurat dan kemudian selain itu tim verifikator internal sering kali kurang mendalami regulasi terbaru mengenai penjaminan kesehatan nasional. Sebagai akibatnya, kemudian, piutang rumah sakit membengkak secara tidak terkendali dan kemudian oleh karena itu, stabilitas finansial institusi dapat terancam secara serius. Melalui training ini, peserta mempelajari cara mengamankan pendapatan rumah sakit melalui ketepatan administrasi medis. Pertama-tama, mereka mendalami teknik audit koding sesuai standar ICD-10 dan ICD-9-CM dan kemudian mempraktikkan cara sinkronisasi resume medis dengan aplikasi E-Claim. Dengan demikian, rumah sakit mampu menjamin proses klaim yang lancar.

Read More

TRAINING BUSINESS PLAN RUMAH SAKIT

TRAINING BUSINESS PLAN RUMAH SAKIT

TRAINING BUSINESS PLAN RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi tantangan besar saat mereka harus merancang arah pertumbuhan organisasi di tengah persaingan industri kesehatan yang kemudian semakin ketat. Hal ini terjadi sebab penyusunan rencana bisnis terkadang hanya berfokus pada aspek teknis medis belaka dan selain itu pemimpin rumah sakit sering kali mengabaikan analisis kelayakan finansial yang mendalam. Sebagai akibatnya, kemudian, investasi pada alat medis atau gedung baru menjadi tidak tepat sasaran dan, oleh karena itu, profitabilitas serta keberlanjutan operasional rumah sakit dapat terancam secara serius. Juga, ketiadaan peta jalan yang strategis pun sering kali membuat institusi tertinggal dalam mengadaptasi teknologi kesehatan terbaru. Melalui training ini, peserta mempelajari cara mentransformasi visi organisasi menjadi rencana aksi yang kemudian bernilai ekonomi tinggi. Pertama-tama, mereka mendalami teknik analisis pasar serta pemetaan kompetitor dan kemudian merumuskan layanan unggulan yang memiliki daya saing kuat. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik proyeksi keuangan serta cara menghitung pengembalian investasi secara akurat. Read More
TRAINING KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAFF (KPS) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

TRAINING KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAFF (KPS) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

TRAINING KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAFF (KPS) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi tantangan besar saat mereka harus menjamin bahwa setiap staf memiliki kompetensi yang sesuai dengan kewenangan klinisnya. Hal ini terjadi sebab proses kredensial tenaga medis terkadang berjalan kurang ketat dan selain itu pendokumentasian izin praktik serta sertifikasi sering kali tidak terkelola secara sistematis. Sebagai akibatnya, kemudian, risiko malpraktik meningkat dan, oleh karena itu, institusi dapat terjerat masalah legalitas yang membahayakan reputasi organisasi. Juga, ketiadaan peta jalan pengembangan SDM pun sering kali memicu temuan kritis saat rumah sakit menjalani proses survei akreditasi. Melalui training ini, peserta mempelajari cara menyusun sistem pengelolaan SDM yang kemudian patuh terhadap regulasi kesehatan terkini. Pertama-tama, mereka mendalami teknik penyusunan uraian jabatan yang berbasis kompetensi dan kemudian merancang prosedur orientasi bagi staf baru maupun staf lama. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik penilaian kinerja tenaga kesehatan serta cara pengarsipan file kepegawaian yang memenuhi standar mutu.

Read More

TRAINING PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

TRAINING PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

TRAINING PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

Sering kali manajemen rumah sakit menghadapi tantangan besar saat mereka harus menjaga konsistensi kualitas layanan medis di tengah tingginya beban operasional. Hal ini terjadi sebab sistem pemantauan indikator mutu terkadang hanya berjalan secara formalitas administratif belaka dan selain itu budaya pelaporan insiden keselamatan pasien masih sangat rendah di kalangan staf. Sebagai akibatnya, kemudian, risiko terjadinya kejadian tidak diharapkan meningkat dan, oleh karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan dapat menurun secara drastis. Juga, ketiadaan analisis data yang mendalam pun sering kali memicu kegagalan dalam mencegah masalah klinis yang berulang. Melalui training ini, peserta mempelajari cara membangun sistem pertahanan mutu yang tangguh untuk menjamin keselamatan pasien secara total. Pertama-tama, mereka mendalami teknik penentuan indikator mutu prioritas dan kemudian mempraktikkan cara pengumpulan serta validasi data secara akurat. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik analisis akar masalah (Root Cause Analysis) guna menciptakan solusi permanen atas setiap insiden yang terjadi.

Read More

Tanyakan pada kami ?

Kami di sini untuk membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Yulianti

Online

Yulianti

Hai, tanyakan pada kami ? 00.00